Minggu, 22 Mei 2016
What I want to be?
I know where I'm going and I know the truth, and I don't have to be what you want me to be. I'm free to be what I want." - Muhammad Ali
GALAU (cieee galauu nii yee :D) kata anak jaman sekarang, itu tepatnya yang saya rasakan setelah saya lulus S1, ini bukan galau masalah cinta, cowok atau masalah jodoh ya, tidak sama sekali. Setelah kamu lulus S1 pasti kamu merasakan hal yang sama seperti saya, yakin deh. Dan sekelumit pertanyaan muncul di otak kamu..,mau jadi apa setelah lulus s1? Mau cari kerja dimana? Kerja apa ya ? gimana kalo lanjut S2 aja ?? Trust me, this's difficult things after you graduated. Apa lagi sering muncul pertanyaan seperti ini, mana pasangannya?kapan nikah?bla..,bla.., ah how I hate this question.., menurut saya, hal ini lebih sulit dari mengerjakan skripsi dan cari-cari dosen buat perbaikan skripsi. Emang di hari kita wisuda, kita sangat bahagia serasa tidak ada lagi beban dan tanggung jawab, lepas dan bebas. But, remember this's just beginning of your life, not end. Masih banyak tantangan yang kamu harus di hadapi. Here, my story begins :
What I want to be ?
Lulus s1 saya galau mau di kemanain nich ijazah ?? saya benar-benar pusing tujuh keliling di buatnya (edisi lebay haha..,) setelah beberapa bulan lulus, saya sempat mengajar di salah satu Smp di sekitar tempat tinggal saya, tapi saya sudah resign sekarang ini. Am I regret? Not at all, ini telah menjadi keputusan saya. Sebenarnya tidak ada masalah di tempat saya mengajar tersebut. Tapi otak saya yang polos ini mengatakan "this's not my passion". banyak orang yang bertanya kepada saya, kamu tidak kerja ya ? Hmm saya hanya tersenyum sambil berkata belum. Mungkin dalam pikiran orang-orang "mau jadi apa nich anak". Tapi, mereka belum tau what I want to be in future? Yang mereka tau, selesai kuliah, kerja dikantor, mengajar di sekolah atau bagi lulus kesehatan kerja di rumah sakit, terus menikah dan punya anak, hanya di itu, itu saja. Tapi, saya tidak ingin hanya seperti itu, saya ingin lebih dari itu. Saya mempunyai mimpi yang besar. Saya tidak menyesal keluar dari pekerjaan saya, sama sekali tidak. Saya tidak iri melihat teman-teman saya yang sudah memiliki pekerjaan yang tetap, menerima gaji, memakai pakaian yang bagus dan rapi, sepatu yang mengkilat pergi kerja. Karena saya mempunyai jalan saya sendiri untuk menjadi apa yang saya inginkan.
Saya sempat mempunyai keinginan untuk bekerja di Australia dengan Work and holiday visa selama setahun. Saya sudah mencari informasi kesana-kemari tentang whv, membaca info di website imigrasi and join Whv Indonesia di facebook. Saya sudah bertekat waktu itu harus mendapatkan visa tersebut. Jadi, saya menceritakan tentang keinginan saya tersebut kepada orang tua saya. And you know what? My parents not allow me to go there to working holiday. Mereka tidak mengizinkan saya apapun alasan saya. Jadi, saya menyimpan dulu keinginan saya untuk sa'at ini.
sa'at ini, saya sudah berniat di dalam hati saya. Saya mempunyai tekat yang kuat untuk mendapatkan beasiswa S2 di luar negeri dan setelah itu, saya mempunyai banyak keinginanan, salah satunya adalah saya ingin menjadi dosen dan involving in voluntary projects . Itu adalah salah satu mimpi besar saya. Ini, post saya tentang pengalaman mengejar beasiswa part 1. Orang tua dan keluarga saya juga mendukung saya untuk mendapatkan beasiswa. Saya akan berjuang dan berusaha keras untuk mendapatkannya. Saya tidak peduli apapun kata orang saya hanya bermimpi . Saya tidak akan membiarkan siapapun menghentikan langkah saya. Saya akan membuktikan bahwa saya bisa melakukannya. I know that my dream is a big dream and must be real. Jadi, dibutuhkan niat, usaha dan kerja keras untuk meraihnya. Dan tidak hanya itu, dalam mengejar impian kita, selain niat, usaha dan kerja keras, kita juga harus meminta kepada Allah swt, because without Allah, we are nothing. Jadi, jangan lupa berdo'a, minta petunjuk kepada Allah swt, minta restu kepada orang tua kita dan berbuat baiklah kepada sesama. Percayalah, dengan semua itu kamu akan menikmati mimpimu. Jangan biarkan orang lain menunyurutkan langkah kita. Dream, take action, never give up, keep trying and pray! believe it, you'll enjoy your dreams. So, do'ain saya agar saya segera menggapai mimpi besar saya ini.
"Man Jadda Wajada"
Rabu, 18 Mei 2016
Mengejar Beasiswa S2 Part 1
Every great dream begins with a dreamer. Always remember, you have within you the strength, the patience, and the passion to reach for the stars to change the world. ~ Harriet Tubman ~
Sebenarnya saya belum apa-apa dalam mengejar beasiswa dibandingkan yang lain yang juga punya mimpi yang sama seperti saya. Saya sudah lebih satu tahun ini dalam mengejar beasiswa. Tapi masih mentok disitu-situ aja. Saya masih stuck sama Toefl dan Ielts broh.., saya sekarang sedang giat-giatnya ngejar band minimal 550 for toefl and min 7 for ielts. Semoga tercapai di tahun ini. Amiiin. And sekarang ini saya jadi pengangguran dan fokus sama toefl dan ielts. Dan gak enaknya jadi pengangguran itu saya selalu dikejar-kejar paparazzi gitu (ciee udah kayak superstar aja :p) and nagasih pertanyaan gini. Kamu mau jadi apa?kamu mau kerja dimana?temen-temen kamu udah banyak yang nikah, nah lo? Bla..,bla..,bla..,#pentingbangetyah saya nyengir aja dengar pertanyaan kayak gitu dan sambil berkata dalam hati saya, kalian gak tau aja kalo saya lagi mati-matian perjuangin mimpi saya.., teruss ada yang udah tw saya lagi memperjuangkan beasiswa S2 dan nanya ke saya, kapan kamu mendapatkan beasiswa ?kapan kamu keluar negeri ? Kapan kamu mulai kuliah S2? Bla..,bla..,bla.., Hey bro! kamu kira gampang gitu, daftar, dapat beasiswa dan cus ke luar negeri, nyengir-nyengir di Manchester University, dan jalan-jalan di Old trafford...,liat Wayne roonie ngocek-ngocek bola gitu.., gak segampang itu brooh., everything needs a processs.., makanan aja yang anda makan butuh proseskan??nah apa lagi saya yang lagi memperjuangkan beasiswa yang prestisius ini. Ada yang 28 kali di tolak Beasiswa dan yg ke 29 baru diterima, ada yang 9 kali test ielts hingga mendapatkan hasil yang memuaskan, ada yang jatuh bangun dalam mendapatkan beasiswa, ada lo. tapi mereka tida pernah menyerah hingga memenangkan beasiswa. So, save your question, just watch me! dan do'ain aja saya ya semoga saya segera menginjakkan kaki di negeri Ratu Elizabhet.
Well, pengalaman saya mengejar beasiwa ini hilang-hilang timbul di tengah oase dinginnya Kerinci. Kayak kamu aja ya yg kadang muncul kadang hilang di hati saya, iya kamu! Haha.., pertama kali keinginan saya untuk kuliah di luar negeri pas saya SMA waktu itu saya liat kakak saya yang mendapatkan beasiswa S2 di luar negeri, saya bertekad waktu itu semangat banget saya harus seperti beliau suatu saat. Keinginan saya itu redup sejak saya tamat sekolah dan kuliah S1. Tapi keinginan itu muncul lagi setelah saya menyelesaikan sarjana saya, keinginan meraih beasiwa di luar negeri menggebu-gebu di hati saya. Saya bertekad harus meraihnya, iya harus. So, berdasarkan pengalaman say (ciehh pengalaman) ini yg saya pikirkan :
Negara mana?
Sebelum kamu mempersiapkan hal-hal yang mendasar untuk mendapatkan beasiswa seperti Motivation Letter, Recomendation Letter, Nilai Toefl or ielts. Kamu tentuin dulu negara mana yang akan menjadi tujuan kamu untuk mendapatkan gelar Master nantinya. Kalau saya sich dulu milihnya di US sama kayak kakak saya, tapi saya berubah pikiran saya milih negara yang pernah menjajah kita yaitu Belanda dan sekarang, setelah beberapa pilihan akhirnya saya menetapkan diri saya untuk mendapatkan Master saya di negara yang terkenal dg Bigben yaitu, Inggris.
Universitas Apa ?
Setelah kamu menetapkan tujuan, negara mana yang akan kamu tuju nantinya. Selanjutnya, kamu tentuin Universitas apa yang akan menjadi tempat kamu untuk menimba ilmu. cari universitas top di negara yg kalian pilih. Kalo saya patokannya make Times Higher aja. So, data kampus2 yg bagus. Tapi jangan jadiin ranking ini satu2nya patokan, soalnya ga terlalu valid. Kalo saya buat list-list Universitas di luar negeri. Seperti yang saya jelaskan di atas saya pertama milih nya US Stanford University, kedua di Belanda Leiden or Groningen University dan ketiga di Uk, sebenarnya di UK gw memiliki banyak pilihan seperti Universiti of Edinburgh, Manchester, Glasgow, dan university of Birmingham. So, pilihan saya jatuh pada Manchester University. Saya udah jatuh cinta banget pada Universitas ini.
![]() |
| hopefully, Icould get my Master degree here asap |
Well, setelah kamu dapat negara mana dan universitas apa yang jadi tujuan lo. Lo buka websitenya dan kamu lihat apa-apa saja yang menjadi persyaratannya. Misalnya negara-negara di US seperti Amerika or Canada yang notabenya American English mintanya TOEFL jd syarat sertifikat bahasanya . Beda lagi dengan negara seperti New Zealand, Australia, Belanda and UK yang British English yang syarat bahasanya minta IELTS dan ada yang minta kedua-duanya. Setiap Universitas meminta score toefl or ielts berbeda-beda. Lain lagi kalo kamu mau kuliah di Perancis, Jerman atau negara yang bukan berbahasa Inggris, mereka meminta sertifikat bahasa mereka. So, Read carefully persyaratannya.
Informasi
Cari informasi sebanyak-banyaknya. Budayakan membaca, kamu buka website-website tentang beasiswa, seperti beasiswa Chevening dari pemerintah Inggris, Fullbright dari Amerika, Australia Awards Scholarship dari Australia, eiffel scholarship from French, Netherland Government Scholarship, StuNed dari Belanda, New Zealand - Asean Scholars Awards, beasiswa LPDP yang sedang prestisiusnya dari Indonesia dan masih banyak lagi beasiwa lainnya, informasi tentang beasiswa bejibun di google kamu tinggal klik aja dan jangan malas baca. Kamu gabung group di milis Perhimpunan Pelajar di negara tujuan kamu, misalnya di Inggris namanya Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Inggris, di Belanda PPI Belanda, Perancis PPI Perancis dll. Kamu tanya yang udah dapat beasiswanya atau lo inbox aja di FBnya pasti di respon soalnya yg udah dapat beasiswa orangnya pada baik-baik banget dan mau membantu menjawab pertanyaan yang belum kalian dapatkan dari membaca.
Jurusan Apa ??
Selanjutnya tentukan jurusan apa yang mau kalian ambil untuk Master. Nah untuk bagian ini saya masih bingung tentang jurusan apa yang harus saya ambil. Saya punya enam pilihan jurusan yaitu Educational Technology and TESOL, Child Development and Education, Educational Effectiveness and School Improvement, Applied Linguistics, English Language Teaching, American English.
Oke, ini baru gambaran umum tentang pengalaman gw mengejar beasiswa. seperti yang saya ceritakan di atas saya sekarang masih memperjuangkan score toefl dan ielts. Berharap secepatnya mendapatkan score toefl dan ielts yang saya inginkan. Dan ingat dalam mengejar beasiswa kita harus FOKUS disertakan dengan niat dan usaha, jangan lupa tawakal dan minta restu pada orang tua. Don't Give up! Allah pasti mendengar semua do'a hambanya. Tinggal tunggu aja moment yang pas.
Keep Praying for what it is you seek Impossibility are merely concept of your mind. To Allah, nothing is impossible.- Imam Ali ra.
To be continue..,
here, in English Struggle for Scholarships – Part I
Langganan:
Komentar (Atom)


